Senin, 27 Agustus 2018

Perjalanan menjadi Mahasantri PBSB 2018 part 2

Assalamu'alaikum fams:) gimana nih udah baca postingan sebelumnya kan? nah kalo postingan sebelumnya ada pengalaman dari Putri, sekarang ada temen kita dari mahasantri PBSB angkatan 2018 lagi nih yang akan membagikan pengalamannya juga. gak kalah seru loh. penasaran? yuk simak dan baca sampai habis yah :) selamat membaca.

Nama : Dani Taufiqurrahman
Asal Daerah : Banten
Jurusan di UPI : Bimbingan dan Konseling
Saya awali dengan mengenalkan diri saya, nama saya Dani Taufiqurrohman, saya lahir di sebuah daerah bersejarah, adalah provinsi Banten dimana dahulu kala Belanda pertama kalinya menginjakan kakinya disini lebih tepat nya di ibu kota provinsi yaitu kota Serang lahir pada tanggal 29 April 1999, dari kedua orang tua bernama Drs. Yusrachmaidi dan Dra. Hj. Hifdatul Hayat. Saya memiliki dua orang saudara kandung, yang bernama Dana Hidayatullah (kakak) dan Alyani Rasyiqah Fadillah (adik), Sejak kecil saya hidup dalam lingkunga religi yang tinggi dikarenakan dahulu kakek dari ibu seorang kyai yang punya pesantren, saya kecil bersekolah di SD Negeri Serang IX, dan setelah lulus SD saya yang sejak kelas 4 mengenal sistem pendidikan pondok pesantren saya ingin masuk ke kiblatnya Pondok Modern, yakni Pondok Modern. Darussalam GONTOR, karena banyak kiprah alumninya yang hadir disekitar saya, tapi dikarenakan mental saya masih kurang jadi, ketika lulus saya SD saya masuk ke Pondok Pesantren Modern Al-Mizan, didaerah Rangkasbitung, Kab. Lebak, Prov. Banten.
Ada cerita unik yang tidak bisa dilupa ketika saya selesai SMP disana, terbesit ingin pindah pesantren dikarenakan ingin mencari pengalaman baru dan ilmu yang lebih, sampai ketika saya berlibur saya dan orang tua memutuskan untuk berkeliling pulau Jawa sekaligus bersilahturahmi ke pesantren-pesantren, dengan maksud ingin mencari pesantren baru, namun ALLAH berkehendak lain, saya melanjutkan sekolah di PPM. Al-Mizan, dan hal itu membuat sebuah batu loncatan yang baik bagi saya, karena dengan lanjutnya saya di          Al-Mizan saya dapat belajar organisasi selain belajar formal dikelas, dimulainya saya mengenal dengan universitas-universitas ketika saya duduk di kelas 9 SMP, karena banyak dari kakak-kakak alumni yang mengadakan sosialisasi universitas, dan ingin sekali ketika lulus pesantren melanjutkan studi di sebuah universitas negeri pada jurusan Fisipol, tepatnya jurusan Hubungan Internasional, karena di pondok kami dibiasakan berbahasa Inggris dan Arab setiap minggunya, jadi membuat saya termotivasi untuk mengambil jurusan tersebut, lanjut di pengalaman tentang berorganisasi saya semenjak duduk di kelas 10‘Aliyah, mendapatkan banyak tanggung jawab menjadi pengurus-pengurus kelompok latihan pidato, dikelas 11 menjadi pengurus kamar atau asrama dan pengurus konsulat-konsulat, dan terakhir pada kelas 12 saya dan teman-teman diberi amanat untuk menjadi pengurus organisasi yang dibimbing oleh guru-guru disana.
Masuk di semester akhir adalah masa-masa indah sekaligus mengangkan dikarenakan akan segera berpisah dengan teman-teman dan meghadapi ujian akhir dimana untuk materi  pelajaran pondok (Dirosat Islamiyah dan Dirosat Lughowiyah) yang diujikan dari kelas 7 SMP sampai kelas akhir (Nihaiyyah), dan berbeda dengan sekolah-sekolah lain kami disini mengikuti sistem kebanyak pesantren modern yang mana jikalau ujian itu bisa sampai sekitar 1 bulan, jadi ujian membuat kami menjadi berpacu dengan waktu, tenaga dan pikiran, ada cerita unik ketika ujian semester akhir, saya dan teman-teman biasa dan membiasakan untuk tidur jam 10 malam dan bangun kembali jam 2 pagi hanya untuk belajar yang dilengkapi dengan ibadah dan berdoa untuk kesuksesan ujian dan mendapatkan hasil yang tebaik, selain pengalaman berorganisasi saya juga mendapatkan pengalaman dalam pramuka, darisini lah saya dapat ilmu luar lapangan yang bermanfaat bukan hanya ilmu formal tetapi juga kepemimpinan (leadership), di pramuka juga saya mendapatkan pengalaman yang tidak sedikit tergabung dengan pasukan khusus di pondok menjadikan saya beberapakali diutus delegasi ke pondok-pondok sekitar Banten, dan Jawa Barat termasuk dalam delegasi ke GONTOR, yang menjadi impian bagi sebagian besar andika pramuka di pondok modern.
Kembali pada masa-masa semester akhir, saya sedikit ragu dengan jurusan yang dulu saya impi-impikan yakni Hubungan Internasional, mengapa? Karena pada masa ini saya yang berjibaku dengan waktu, tenaga dan pikiran juga dengan teman-teman dalam belajar, dalam hati saya selalu mengatakan tambah satu tahun lagi disini, tambah, tambah, tambah, satu tahun lagi disini. Padahal pada masa ini juga saya sudah mulai mendaftarkan diri saya di sebuah sekolah ikatan dinas, jadi ketika lulus sudah pasti dimana saya akan melanjutkan studi, dan Alhamdulillah saya termasuk orang-orang yang terpilih untuk mengabdi, mengajar dan mendidik santri-santri disini, Tahun pengabdian pertama adalah masa-masa awal dalam proses mengajar, pada masa ini juga saya mendapatkan semangat untuk menjadi guru, karena dulu ketika di semester akhir ada praktek mengajar (‘Amaliyatut Tadris) yang menjadi hal wajib bagi seluruh santri akhir di pondok modern, yang menjadi tolak ukur saya dalam mengajar,
Pada masa  pengabdian ini saya tidak langsung melanjutkan studi ke univesitas atau sekolah tinggi disekitar Pesantren Al-Mizan, tetapi saya selalu mencari informasi tentang perkuliahan dalam dan luar negeri, Turki menjadi pilihan saya negri dengan segudang sejarah islam, yang memotivasi saya untuk pergi kesana, sampai saya mendaftarkan diri pada sebuah universitas disana dengan jalur beasiswa tetapi ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi menjadikan saya mengundurkan diri, Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) adalah salah satu pilihan yang saya ambil selain mendaftar dan mengikuti tes masuk di universitas-universitas negeri di Indonesia, sejak tahun kemarin di akhir semester saya termasuk dalam santri yang direkomendasikan pihak pesantren untuk mengikuti tes PBSB, tetapi tahun kemarin saya diminta untuk mengabdi dahulu di pesantren.

Dan pada tahun ini kembali saya di rekomendasikan untuk mengikuti tes PBSB, setelah mendaftar dan mempersiapkan berkas-berkas saya kembali ke masa-masa semester akhir, yakni belajar, belajar dan belajar  dan berdoa. Dan motivasi saya sendiri mengikuti tes PBSB ini karena ingin sekali kembali ke pesantren ketika selesai melanjutkan studi perkuliahan, karena juga saya terlahir dan terdidik pada lingkungan pengajar atau guru, kakek dari ibu saya seorang kyai, dan ibu saya seorang guru di sebuah SMP di Serang, dan ketika mengabdikan diri di pesantren saya diberi amanat menjadi Staff Pengasuhan Santri, tiga hal ini yang memotivasi saya untuk mengikuti tes PBSB ini, pada tes PBSB saya memilih di Universitas Pendidikan Indonesia, dengan jurusan Pend.Bimbingan Konseling, karena motivasi diatas itulah yang membuat saya mengambil jurusan ini.
Waktu terus berjalan usaha sudah pada puncaknya tinggallah doa yang selalu bersambungan setiap harinya, sampailah pada tanggal 4 Juni 2018 termasuk hari yang ditunggu-tunggu, karena masih ada beberapa tanggal yang ditunggu hasil dari usaha saya. Dan Alhamdulillah saya diterima di Universitas Pendidikan Indonesia jalur Program Beasiswa Santri (PBSB), seketika itu saya berada di suatu tempat perbelanjaan modern di Serang karena ingin menghabiskan waktu terakhir berasam teman-teman pengabdian sekaligus ingin berbuka bersama, waktu itu kondisinya dalam keadaan berpuasa. Setelah saya mendapatkan pengumuman, saya segera mencari mushola untuk melaksanakan sholat yang diiringi sujud syukur sebagai rasa terima kasih saya kehadirat yang Maha Kuasa ALLAH SWT.

Dan seketika itu yang berbahagia bukan hanya saya, terutama kedua orang tua dirumah, guru-guru di pesantren, teman-teman pengabdian dan teman-teman seangkatan. Merupakan Nikmat, Anugrah, Rahmat dari Yang Maha Kuasa ALLAH SWT dalam hal penantian dan perjalanan hidup saya dalam menuntut ilmu di jalan-Nya, usaha yang sampai pada puncaknya dan doa yang selalu bersambungan adalah kunci saya lulus tes PBSB ini. Harapan saya setelah diterima di Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pend. Bimbingan Konseling jalur PBSB ini saya bisa melakulan hal-hal yang lebih baik lagi. berusaha untuk selalu belajar dan belajar, berdoa dan berdoa untuk kesuksesan saya pribadi dan kesuksesan teman-teman semua terutama teman seangkatan di Pondok Pesantren Modern Al-Mizan, dan dapat mengharumkan nama almamater tercinta, serta berprestasi kedepannya di univesitas kebanggaan Univeristas Pendidikan Indonesia.
Share:

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.