Kamis, 30 Agustus 2018

Hari Raya Idul Adha 1439 H : Ngariung Sareng CSSMoRA UPI

Berita acara
Rabu (22/08/2018)  telah dilaksanakan kegiatan Perayaan Hari Raya Idul Adha 1439 H di CSSMoRA UPI. Kami keluarga CSSMoRA UPI pastinya tidak ingin melewatkan hari yang mulia ini untuk merayakan hari besar islam bersama.



Kegiatan perayaan Hari Raya Idul Adha oleh CSSMoRA UPI dipegang kendali oleh DP3M. Kegiatan terdiri dari empat rangkaian acara, yakni melaksanakan Sholat Iduladha berjama’ah di Masjid al Furqon UPI, foto bersama keluarga CSSMoRA UPI, Kultum CSSMoRA UPI memperingati Hari Raya Iduladha, dan yang terakhir nyate bareng keluarga CSSMoRA UPI.



Kegiatan dimulai dari melaksanakan sholat Iduladha berjama’ah di Masjid al Furqon UPI bersama para mahasiswa UPI lainnya dan masyarakat sekitar. Sholat dimulai pada pukul 07.30 dan selesai hingga pukul 08.00. setelah itu seluruh keluarga CSSMoRA UPI berkumpul di Taman Bareti UPI untuk melaksanakan foto bersama. Dengan baju yang warna-warni nan cerah disertai dengan raut wajah gembira dari seluruh keluarga CSSMoRA UPI menambah syukur bahwa kita masih diberi kesempatan untuk bisa bertemu dan berkumpul pada momen Iduladha tahun ini. Dilanjut dengan kegiatan Kultum Hari Raya Iduladha CSSMoRA UPI dengan pemberi kultum dari anggota keluarga CSSMoRA UPI sendiri yakni Abdullah CSSMoRA UPI angkatan 2017. Seusai kegiatan Kultum, keluarga CSSMoRA UPI menyiapkan beberapa peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk nyate bareng. Setelah itu ba’da dhuhur keluarga CSSMoRA UPI nyate bareng di beskem CSSMoRA UPI yang terletak di gang darmawinata.

“jika pada saat hari raya idul fitri kita merayakan bersama keluarga kandung, maka sekaranglah saatnya kita bisa berkumpul dan merayakan hari raya idul adha bersama keluarga ideologis kita CSSMoRA UPI. Semoga kebersamaan dan kehangatan kita tetap terjaga sampai seterusnya dan bisa bertemu dikesempatan selanjutnya.” Tutur  Matahari selaku Ketua CSSMoRA UPI pada saat sambutan dalam acara Kultum Hari Raya Iduladha CSSMoRA UPI.

Nampak antusiasme yang tinggi dari keluarga CSSMoRA UPI dalam mengkuti setiap rangkaian kegiatan. Meskipun tidak semua anggota keluarga CSSMoRA UPI bisa mengikuti dan menghadiri rangkaian kegiatan dikarenakan kesibukan KKN dan sebagainya, namun kebersamaan masih tetap terjaga dan kegiatan berjalan lancar dan menyenangkan. Bahkan anggota keluarga CSSMoRA UPI yang dari angkatan atas menyempatkan kumpul bersama. Ini menandakan hubungan dan keutuhan keluarga yang masih terjalin erat. Ditambah lagi kegiatan nyate bareng menambah keakraban dan keeratan sialturahmi antara keluarga CSSMoRA UPI. Semoga sampai tahun-tahun berikutnya kita masih bisa bertemu di Hari Raya Idul Adha selanjutnya dan semoga terus terjalin silaturahminya. Semangat fams!

Share:

Senin, 27 Agustus 2018

Keseruan CSSMoRA UPI merayakan HUT RI Ke-73

Berita Acara
Sabtu (18/08/2018) telah dilaksanakan kegiatan perlombaan di CSSMoRA UPI dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-73. Kegiatan perlombaan CSSMoRA UPI ini dipegang kendali oleh DPSDM CSSMoRA UPI. Yang menjadi salah satu kegiatan dalam CSS Day. Kegiatan dilaksanakan di lapangan parker belakang JICA FPMIPA UPI yang dihadiri dan diikuti oleh keluarga CSSMoRA UPI dari angkatan senior sampai yang paling junior yakni angkatan 2018.












Kegiatan perlombaan CSSMoRA UPI berlangsung meriah dan menyenangkan. Semua anggota mengikuti perlombaan dengan antusias dan semangat yang membara.
Kegiatan perlombaan dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai dhuhur. Sebelumnya anggota CSSMoRA UPI dibagi 3 tim untuk mengikuti perlombaan. Adapun perlombaan yang dilaksanakan yakni lomba makan kerupuk, lomba estafet karet, dan lomba bola tangan. Total ada 3 perlombaan yang dilaksanakan seluruh anggota CSSMoRA UPI. Seluruh tim CSSMoRA UPI mendapatkan nominasi juara, tim 1 sebagai tim terheboh, tim 2 sebagai tim tersemangat, dan tim 3 sebagai tim terkompak. Semua tim ini hebat. Tetapi dan tentunya dalam setiap perlombaan hanya akan ada satu yang menjadi juara.
Terpilihlah tim 2 sebagai juara umum dalam perlombaan CSSMoRA UPI. Karena memang tim 2 unggul dalam memenangkan dan menyelesaikan perlombaan. Setelah kegiatan perlombaan seluruh anggota tim foto bareng. Terlihat rau muka yang bahagia di setiap wajah anggota. Semoga ajang perlombaan ini semakin mengeratkan persatuan dan kebersamaan CSSMoRA UPI yah. Terus bergerak dan lakukan perubahan. Cayo!

Share:

Perjalanan menjadi Mahasantri PBSB 2018 part 2

Assalamu'alaikum fams:) gimana nih udah baca postingan sebelumnya kan? nah kalo postingan sebelumnya ada pengalaman dari Putri, sekarang ada temen kita dari mahasantri PBSB angkatan 2018 lagi nih yang akan membagikan pengalamannya juga. gak kalah seru loh. penasaran? yuk simak dan baca sampai habis yah :) selamat membaca.

Nama : Dani Taufiqurrahman
Asal Daerah : Banten
Jurusan di UPI : Bimbingan dan Konseling
Saya awali dengan mengenalkan diri saya, nama saya Dani Taufiqurrohman, saya lahir di sebuah daerah bersejarah, adalah provinsi Banten dimana dahulu kala Belanda pertama kalinya menginjakan kakinya disini lebih tepat nya di ibu kota provinsi yaitu kota Serang lahir pada tanggal 29 April 1999, dari kedua orang tua bernama Drs. Yusrachmaidi dan Dra. Hj. Hifdatul Hayat. Saya memiliki dua orang saudara kandung, yang bernama Dana Hidayatullah (kakak) dan Alyani Rasyiqah Fadillah (adik), Sejak kecil saya hidup dalam lingkunga religi yang tinggi dikarenakan dahulu kakek dari ibu seorang kyai yang punya pesantren, saya kecil bersekolah di SD Negeri Serang IX, dan setelah lulus SD saya yang sejak kelas 4 mengenal sistem pendidikan pondok pesantren saya ingin masuk ke kiblatnya Pondok Modern, yakni Pondok Modern. Darussalam GONTOR, karena banyak kiprah alumninya yang hadir disekitar saya, tapi dikarenakan mental saya masih kurang jadi, ketika lulus saya SD saya masuk ke Pondok Pesantren Modern Al-Mizan, didaerah Rangkasbitung, Kab. Lebak, Prov. Banten.
Ada cerita unik yang tidak bisa dilupa ketika saya selesai SMP disana, terbesit ingin pindah pesantren dikarenakan ingin mencari pengalaman baru dan ilmu yang lebih, sampai ketika saya berlibur saya dan orang tua memutuskan untuk berkeliling pulau Jawa sekaligus bersilahturahmi ke pesantren-pesantren, dengan maksud ingin mencari pesantren baru, namun ALLAH berkehendak lain, saya melanjutkan sekolah di PPM. Al-Mizan, dan hal itu membuat sebuah batu loncatan yang baik bagi saya, karena dengan lanjutnya saya di          Al-Mizan saya dapat belajar organisasi selain belajar formal dikelas, dimulainya saya mengenal dengan universitas-universitas ketika saya duduk di kelas 9 SMP, karena banyak dari kakak-kakak alumni yang mengadakan sosialisasi universitas, dan ingin sekali ketika lulus pesantren melanjutkan studi di sebuah universitas negeri pada jurusan Fisipol, tepatnya jurusan Hubungan Internasional, karena di pondok kami dibiasakan berbahasa Inggris dan Arab setiap minggunya, jadi membuat saya termotivasi untuk mengambil jurusan tersebut, lanjut di pengalaman tentang berorganisasi saya semenjak duduk di kelas 10‘Aliyah, mendapatkan banyak tanggung jawab menjadi pengurus-pengurus kelompok latihan pidato, dikelas 11 menjadi pengurus kamar atau asrama dan pengurus konsulat-konsulat, dan terakhir pada kelas 12 saya dan teman-teman diberi amanat untuk menjadi pengurus organisasi yang dibimbing oleh guru-guru disana.
Masuk di semester akhir adalah masa-masa indah sekaligus mengangkan dikarenakan akan segera berpisah dengan teman-teman dan meghadapi ujian akhir dimana untuk materi  pelajaran pondok (Dirosat Islamiyah dan Dirosat Lughowiyah) yang diujikan dari kelas 7 SMP sampai kelas akhir (Nihaiyyah), dan berbeda dengan sekolah-sekolah lain kami disini mengikuti sistem kebanyak pesantren modern yang mana jikalau ujian itu bisa sampai sekitar 1 bulan, jadi ujian membuat kami menjadi berpacu dengan waktu, tenaga dan pikiran, ada cerita unik ketika ujian semester akhir, saya dan teman-teman biasa dan membiasakan untuk tidur jam 10 malam dan bangun kembali jam 2 pagi hanya untuk belajar yang dilengkapi dengan ibadah dan berdoa untuk kesuksesan ujian dan mendapatkan hasil yang tebaik, selain pengalaman berorganisasi saya juga mendapatkan pengalaman dalam pramuka, darisini lah saya dapat ilmu luar lapangan yang bermanfaat bukan hanya ilmu formal tetapi juga kepemimpinan (leadership), di pramuka juga saya mendapatkan pengalaman yang tidak sedikit tergabung dengan pasukan khusus di pondok menjadikan saya beberapakali diutus delegasi ke pondok-pondok sekitar Banten, dan Jawa Barat termasuk dalam delegasi ke GONTOR, yang menjadi impian bagi sebagian besar andika pramuka di pondok modern.
Kembali pada masa-masa semester akhir, saya sedikit ragu dengan jurusan yang dulu saya impi-impikan yakni Hubungan Internasional, mengapa? Karena pada masa ini saya yang berjibaku dengan waktu, tenaga dan pikiran juga dengan teman-teman dalam belajar, dalam hati saya selalu mengatakan tambah satu tahun lagi disini, tambah, tambah, tambah, satu tahun lagi disini. Padahal pada masa ini juga saya sudah mulai mendaftarkan diri saya di sebuah sekolah ikatan dinas, jadi ketika lulus sudah pasti dimana saya akan melanjutkan studi, dan Alhamdulillah saya termasuk orang-orang yang terpilih untuk mengabdi, mengajar dan mendidik santri-santri disini, Tahun pengabdian pertama adalah masa-masa awal dalam proses mengajar, pada masa ini juga saya mendapatkan semangat untuk menjadi guru, karena dulu ketika di semester akhir ada praktek mengajar (‘Amaliyatut Tadris) yang menjadi hal wajib bagi seluruh santri akhir di pondok modern, yang menjadi tolak ukur saya dalam mengajar,
Pada masa  pengabdian ini saya tidak langsung melanjutkan studi ke univesitas atau sekolah tinggi disekitar Pesantren Al-Mizan, tetapi saya selalu mencari informasi tentang perkuliahan dalam dan luar negeri, Turki menjadi pilihan saya negri dengan segudang sejarah islam, yang memotivasi saya untuk pergi kesana, sampai saya mendaftarkan diri pada sebuah universitas disana dengan jalur beasiswa tetapi ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi menjadikan saya mengundurkan diri, Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) adalah salah satu pilihan yang saya ambil selain mendaftar dan mengikuti tes masuk di universitas-universitas negeri di Indonesia, sejak tahun kemarin di akhir semester saya termasuk dalam santri yang direkomendasikan pihak pesantren untuk mengikuti tes PBSB, tetapi tahun kemarin saya diminta untuk mengabdi dahulu di pesantren.

Dan pada tahun ini kembali saya di rekomendasikan untuk mengikuti tes PBSB, setelah mendaftar dan mempersiapkan berkas-berkas saya kembali ke masa-masa semester akhir, yakni belajar, belajar dan belajar  dan berdoa. Dan motivasi saya sendiri mengikuti tes PBSB ini karena ingin sekali kembali ke pesantren ketika selesai melanjutkan studi perkuliahan, karena juga saya terlahir dan terdidik pada lingkungan pengajar atau guru, kakek dari ibu saya seorang kyai, dan ibu saya seorang guru di sebuah SMP di Serang, dan ketika mengabdikan diri di pesantren saya diberi amanat menjadi Staff Pengasuhan Santri, tiga hal ini yang memotivasi saya untuk mengikuti tes PBSB ini, pada tes PBSB saya memilih di Universitas Pendidikan Indonesia, dengan jurusan Pend.Bimbingan Konseling, karena motivasi diatas itulah yang membuat saya mengambil jurusan ini.
Waktu terus berjalan usaha sudah pada puncaknya tinggallah doa yang selalu bersambungan setiap harinya, sampailah pada tanggal 4 Juni 2018 termasuk hari yang ditunggu-tunggu, karena masih ada beberapa tanggal yang ditunggu hasil dari usaha saya. Dan Alhamdulillah saya diterima di Universitas Pendidikan Indonesia jalur Program Beasiswa Santri (PBSB), seketika itu saya berada di suatu tempat perbelanjaan modern di Serang karena ingin menghabiskan waktu terakhir berasam teman-teman pengabdian sekaligus ingin berbuka bersama, waktu itu kondisinya dalam keadaan berpuasa. Setelah saya mendapatkan pengumuman, saya segera mencari mushola untuk melaksanakan sholat yang diiringi sujud syukur sebagai rasa terima kasih saya kehadirat yang Maha Kuasa ALLAH SWT.

Dan seketika itu yang berbahagia bukan hanya saya, terutama kedua orang tua dirumah, guru-guru di pesantren, teman-teman pengabdian dan teman-teman seangkatan. Merupakan Nikmat, Anugrah, Rahmat dari Yang Maha Kuasa ALLAH SWT dalam hal penantian dan perjalanan hidup saya dalam menuntut ilmu di jalan-Nya, usaha yang sampai pada puncaknya dan doa yang selalu bersambungan adalah kunci saya lulus tes PBSB ini. Harapan saya setelah diterima di Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pend. Bimbingan Konseling jalur PBSB ini saya bisa melakulan hal-hal yang lebih baik lagi. berusaha untuk selalu belajar dan belajar, berdoa dan berdoa untuk kesuksesan saya pribadi dan kesuksesan teman-teman semua terutama teman seangkatan di Pondok Pesantren Modern Al-Mizan, dan dapat mengharumkan nama almamater tercinta, serta berprestasi kedepannya di univesitas kebanggaan Univeristas Pendidikan Indonesia.
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.