Minggu, 10 Juli 2016

Cinta Suci



Cinta Suci

Nampaknya awan mulai menangis, meneteskan gerombolan air yang mengeroyoki bumi yang tandus, angin badai pun menggibaskan cakarannya dengan gemuruh yang menyembunyikan suara lain yang ada di sekelilingnya. Ia beradu dengan atap masjid tempat dimana aku duduk termenung memandang aliran hujan yang deras memenuhi sungai samping masjid, mengalir menuju sawah-sawah yang berderet ke dataran rendah sehingga merendamnya.


“Assalamu’alaikum, masya Allah Harun. Hujan-hujan gini ngelamun aja. Mikirin apa sih ?”


Aku terperanjat mendengar suara itu. Ternyata beliau ustadku yang telah membangunkanku dari lamunan.


“Wa’alaikumsalam. Astaghfirullah, ustad bikin kaget aja. Siapa juga yang lagi ngalamun. Orang lagi memperhatikan air hujan.”


Jawabanku cukup membuatnya percaya. Padahal bukanlah itu yang sebenarnya.


“Syukur deh kalau engga ngelamun. Memperhatikan sih boleh, tapi alangkah baiknya memandang sambil berdzikir kepada Allah, mensyukuri segala nikmatnya.”


“Iya Insya Allah ustad. Ustad aku mau tanya, sebenarnya cinta itu apa sih ?”
Pertanyaan itulah yang sedang aku pikirkan.
“Cinta itu suci.” Jawabnya singkat.
“Berarti kalau begitu, cinta kepada lawan jenis boleh dong ustad ? istilah pacaran gitu deh.”


Pertanyaan polosku membuat ustad tertawa.
“Seperti yang ustad telah bilang tadi, cinta itu suci, tapi terkadang orang yang dianugrahi cinta itu membuatnya keruh. Salah satu faktor yang membuatnya keruh itu pacaran. Pacaran itu boleh, tapi....”


Ustad menghentikan jawabannya sehingga membuatku penasaran.
“Tapi apa ustad ?”
“Tapi pacaran setelah nikah.”


Mendengar jawabannya, aku pun terdiam dan sadar. Dalam benakku, aku bertanya pada Tuhan. Ya Allah bisakah aku selingkuhi-Mu ? Cinta merupakan banyak bentuk di hatiku. Tidak hanya tentang-Mu, aku pun mencintai makhluk-Mu. Salahkah aku menduakan-Mu dengan makhluk-Mu ? Aku bukanlah wali, apalagi seorang nabi. Aku hanya berharap, berharap Engkau memposisikan banyak cinta di hatiku, karena aku miliki-Mu, makhluk sebagai hamba-Mu, termasuk tentang cinta.


Penulis : Asep Amat Sofian
Penulis merupakan mahasiswa Psikologi Pendidikan & Bimbingan di UPI Bandung
Share:
Posting Komentar
Diberdayakan oleh Blogger.