Senin, 01 Agustus 2016

Pendidikan dan Sekolah


Pendidikan dan Sekolah

Jika pendidikan adalah rumah, maka sekolah adalah kamar. Jika pendidikan adalah kepulauan, maka sekolah adalah pulau. Pada intinya sekolah adalah salah satu dari sekian banyak sarana pendidikan. Ini yang tidak disadari dan dipahami oleh para orang tua, yang alhamdulillah nyak-babeku bukan termasuk di dalamnya.

Pendidikan disempitkan pada sekolah, lucu banget deh. Bagiku orang tidak harus sekolah namun harus berpendidikan. Namun banyak orang tua berpikir, apabila anaknya sudah sekolah berarti anaknya sudah bisa dikatakan berpendidikan. Semakin tinggi jenjang sekolah yang dicapai, semakin tinggi pula pendidikan anaknya, menurut orang tua yang menyempitkan makna pendidikan pada sekolah. Akibatnya orang tua cukup bangga kalau anaknya sudah sarjana.

Gara-gara pola pikir semacam itu. Indonesia gak maju-maju. Gak pernah naik kelas menjadi negara dunia ke-2, apalagi kelas satu, apalagi juara. Ini terjadi karena kita hanya memiliki jutaan sarjana yang tidak tahu menahu mau melakukan apa untuk kemajuan dirinya sendiri minimal, atau bangsanya.

Mereka yang menyempitkan makna pendidikan hanya mau anak-anaknya mendapatkan prestasi di sekolahnya, meskipun itu didapat dengan cukup rajin ke sekolah dan giat belajar tanpa pernah bersosial dan berkarya.

Pemerintah kita tidak pernah membuat program bagaimana supaya generasi muda dirangsang untuk menjadi kreatif dan inovatif. Padahal kunci semua kesuksesan adalah kreatifitas dan rasa tak pernah takut berkreasi.

Saat seseorang mencoba kreatif dan berani berkreasi, dia akan sukses menjadi apa saja. Sukses menjadi penulis, seniman, musisi, dan lain-lain.

Tetapi sebaliknya, jika ruang kreatifitas dibatasi, tunggu saja ajal kehancuran bangsa ini. Mau lihat?

*obrolan bersama pengamen di angkot Kalapa-Ledeng

Cempaka106.Sl.Pn.220434.040313.14:4

 

Share:
Posting Komentar
Diberdayakan oleh Blogger.